Sunday, 23 October 2011 00:57

TKI Dialihkan ke Malaysia

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA– Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang gagal berangkat ke Arab Saudi akibat pemberlakuan moratorium akan dialihkan ke Malaysia.Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, pengalihan akan menunggu pembahasan moratorium yang diperkirakan selesai bulan depan. Pembahasan oleh joint task force (JTF) yang memasuki tahap kedua tersebut bertugas untuk mengawasi dan memonitor implementasi amandemen memorandum of understanding (MoU) yang diteken Mei lalu.

Keanggotaan JTF terdiri atas instansi terkait di Indonesia dan Malaysia serta perwakilan negara masing-masing. Muhaimin menjelaskan,penempatan TKI ke Malaysia dilakukan di bawah payung MoU Penempatan dan Perlindungan TKI ke Malaysia, baik untuk sektor formal maupun sektor informal (domestik).


Dia belum dapat memastikan jumlah TKI yang batal berangkat. Pasalnya, sampai saat ini masih terusdideteksiberapacalon TKI di penampungan dan di rumah masing-masing. “Pendataan dilakukan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI),“ kata Muhaimin di Gedung Kemenakertrans kemarin.

Dia melanjutkan, permintaan TKI ke Malaysia tiap tahun diperkirakan mencapai 50.000 orang. Pengiriman akan kembali dibuka jika Pemerintah Malaysia mengabulkan syarat perlindungan yang lebih terjamin kepada calon TKI.Selain ke Malaysia, pemerintah juga akan mengalihkan ke Singapura, Hong Kong,Taiwan, Brunei, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar,dan negara-negara Asia- Pasifik.

”Pemerintah memang tidak dapat membatasi calon TKI yang ingin ke luar negeri karena bekerja ke luar negeri adalah hak setiap masyarakat,” ungkap dia. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Jasa Penempatan TKI (Apjati) Rusdi Basalamah mengatakan, diperkirkan lebih dari 10.000 TKI dari 38 kantung TKI yang gagal ditempatkan ke Saudi.Kebanyakan mereka ini masih mengurus proses dokumen.

Namun, TKI yang sudah mendapat visa dan dokumen lainnya sebelum 1 Juli dapat dinyatakan TKI legal yang terjamin keberangkatannya. DeputiPenempatanBNP2TKI Ade Adam Noch menyatakan, pemerintah memang melarang perekrutan baru TKI ke Saudi.

Kendati demikian,bila ada TKI yang sudah bekerja di Saudi kemudian cuti untuk kembali ke Tanah Air,mereka diperbolehkan kembali ke Saudi. Syaratnya, mereka mempunyai tiket balik ke Saudi serta mempunyai majikan resmi.Namun, kekhawatiran ada TKI yang bisa lolos ke Arab Saudi melalui negara lain tetap ada.

“Memang agak sulit memantaunya karena transportasi melalui jalur darat ke Arab Saudi cukup mudah,”katanya. Selama moratorium berjalan, tambahnya,Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi akan melakukan pertemuan bilateral untuk menyepakati ada perlakuan dan perlindungan terhadap warga masing-masing terkait PRLT.

Moratorium atau penghentian sementara pengiriman TKI sektor informal khususnya PLRT saat ini masih berlaku ke Kuwait dan Yordania. Pada bagian lain,Juru Bicara Satgas TKI Humphrey Djemat mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan terdapat dua tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi lolos dari hukuman pancung.

“Tidak ada TKW yang bernama Nesi binti Dama Idod yang mendapat pengampunan karena mendapat vonis mati,”kata Humphrey kepada SINDO kemarin. Humphrey mengatakan,sebagai juru bicara, pihaknya perlu mengklarifikasi informasi tersebut. Satgas TKI juga menggunakan mekanisme satu pintu.

Sebelumnya Jejen Nurjanah di Sukabumi menyatakan, dua TKW asal Sukabumi terseret kasus pembunuhan di Arab Saudi lolos dari hukuman pancung. Keduanya mendapatkan pengampunan dengan hanya menjalani hukuman penjara. - neneng zubaidah/kholil

Read 188275 times Last modified on Saturday, 19 November 2011 13:44

Asosiasi Advokat Indonesia

Slogan: membangun advokat pejuang

Sekretariat:

PLAZA GANI DJEMAT Lt.7
Jl. Imam Bonjol No. 76 - 78
Jakarta 10301

Telp. (62-21)3147360 - 3147361
Fax. (62-21)3147362
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Login Anggota